Keranda diatas Kastil…

Membangun ‘sesuatu’ dalam ketinggian…

Tak tersadar sesuatu sedang ditumpangkan..

Ya entahlah, apa yang ditumpangkan kokoh atau tidak..

Bukan pemilihan dasar yang tepat, yang menjadi pilihan…

 

Bermegah-megah dalam suatu peradaban…

Ya siapa yang tidak mau dengan semua keindahan…

Bukan fatamorgana yang dihasilkan..

Realita nyata yang tak bisa terbantahkan…

 

Berjalan2 dalam rentang terpendek..

Langkah menjejaki setiap tapak..

Apa yang berbekas, itu yang ditinggalkan,

Kembali pada jalur yang tepat atau hanya untuk kesenangan…

 

Oh ya ini semua tentang sebuah pilihan..

Dimana kita akan tetap tertinggal raganya dalam hal nyata..

Bukan kamuflase yang menjelma sebagai sesuatu yang tersirat..

Tapi makna nyata dalam sebuah kehidupan…

 

Andaikata keranda kan mampu membangun dirinya sendiri..

Dimanakah ia akan menempatkan?

Sesuatu tempat yang baik kah,

Atau terjungkir balik kita dalam suatu keadaan?

 

Ya siapa kah yang tau akhirnya…

Selama proses sedang berlangsung,

Lantas apa yang harus dilakukan?

Bukan bertanya pada sang rumput yang bergoyang..

 

Karna terlalu banyak pernyataan yang hambar..

 

Kupu-kupu dalam Temaram..

Aku semakin takut..

Cahayaku semakin redup..

Dikala senja semakin mendekatiku..

Hidupku terasa semakin pilu…

 

Kupu-kupu kepakkan sayapnya..

Terbang gontai menahan beban..

Apakah yang dibebankannya?

Hanya sinar terang yang semakin hilang…

 

Kupu-kupu tak lagi mampu..

Patahkan sayap dengan setiap dera…

Tak mampu menahan..

Semua yang terjadi pantaslah menjadi sebuah pelajaran…

 

Aku tak mau kembali…

Pada sirna yang begitu banyak kabut…

Aku tak memiliki sesuatu pun juga..

Ketika semua tenaga pun sudah habis tak berguna…

 

Andaikan aku masih memiliki suatu harapan..

Namun harapan itu telah musnah..

Tak ada lagi kerlip cahaya…

Yang dapat memberi hangat telah sirna…

27 Hari Bersama Monster (Part 2)

Gue pikir surga…

Taunya neraka…

Hahaha kelebayan ini mulai menjadi ketika sesuatu berada diluar konteks yang semestinya…

Bayangan imajinasi kita seringkali berbanding terbalik dibanding kenyataan..

Meski ada juga yang berbanding lurus..

Mungkin faktor lucky, Ketulusan niat atau karna TAKDIR..!

 

 

Ya Atau Gak Sama sekali

Menghitung hari..

Bagaimana suatu dosa terus berlangsung semakin lama..

ketika semua orang melihat dan menilai..

Ya terserahlah apa yang mereka inginkan..

Kalau aku salah ya sudahlah..

Suka suka aku begini juga adanya..

Kalau aku memang menjadi seorang pemalas..

 

Anggaplah sesuatu buruk, kalau begitu adanya..

Berpura-pura hanya seolah menutup daging busuk dengan seperca kain yang tak menutupi..

Kesempurnaan mereka, atau dengan segala pengaturannya..

Kalau memang semua mesti seindah seperti harapan..

 

Diamlah atau memang harus terus bergerak.

Ya seolah semua suatu keruntuhan…

Memang aneh,,

Mau gak mau memang semua akan berpencaran..

Dalam waktu dekat atau jauh..

Suatu kesengajaan..

Bagaimana menitipkan diri..

Seolah semua suatu kesalahan..

 

Sudahlah tak perlu dilihat kalau semua tampak menjijikan,

Atau tak perlu diucap dengan segala keangkuhan..

Yaaah muntahkan saja semua jika semua pada nyatanya tak mendidik sama sekali..

 

Menghitung Hari

Menghitung hari detik demi detik

Masa kunanti apa kan ada…

Jalan cerita kisah yang panjang

Menghitung hari………………

 

Ketika merasa..

Semua tak mungkin..

Menjadi sebuah cerita…

 

Apakah ini..

Ketika semua harus disadari dengan cepat..

Bukan pula untuk berandai2…

Karna jalan cerita terus berjalan…

 

Tunggu sebentar..

Ketika fikiran ku tak merespon..

Oh ya apa kabar dengan semua?

Ku kira tak semua kan sia2..
Dan apa yang terjadi?

Pelajaran ini sedang berjalan bukan?

Terbang Melayang….

Terlalu mudah untuk mengeluh..

Terlalu mudah untuk menyerah..

Bagaimana melihat keindahannya..

Ketika tak lagi menginginkannya..

 

Hanya sebuah nafsu untuk ingin tahu…

Memaksa untuk membuka mata…

Pada nyatanya semua salah..

Seolah seperti terjerembab dalam kerangkeng…

 

Ketika ingin berlari..

Dan dipaksa untuk tetap berdiri..

Bertahan menahan sepi…

Kembali hanya berdiam diri…

 

Andaikan tak membuat sulit..

Tak ubahnya sesuatu karna enggan menerima..

Cobaan tak bisa memilih..

Sesuatu yang harus diterima dengan lapang hati..

 

Andaikan semua kan kembali..

Namun sayang waktu tak pernah kembali..

Berlari sejauh yang diingini..

Tak membuat semuanya berubah kembali..