Semakin Tinggi Padi, Semakin merunduk-lah ia,

Jika kita ,mengikuti kehidupan seperti padi, mungkin kita pun dapat mempelajari bagaimana cara untuk menghindari suatu kesombongan,

Tetap merendah walaupun kedudukan kita semakin tinggi..

 

Jika pada istilah, apabila kita menyimpan atau meneteskan air mani pada segenangan air, maka tetap saja air itu akan menyebar,

Begitu pula jika kita meneteskan wangi parfum pada segenangan alkohol,

Tentu saja alkohol itu akan tercium wangi dari parfum,

 

Maksud dari istilah diatas, yaitu jika kita menyimpan keburukan, maka keburukan itu akan menyebar baik disengaja atau tidak disengaja,

Begitu juga dengan kebaikan, jika kita memberikan kebaikan, maka kebaikan itu juga akan menyebar dengan sendirinya…

Taukah engkau, jika pengaruh sikap kita terhadap segala sesuatu akan menyimpan efek pada setiap orang, baik disadari, atau tidak..

Dan sebenarnya terkadang efek itu bisa saja kita prediksi dan antisipasi sebelumnya, seperti efek apa yang kita inginkan.

Namun ini tak selalu berlaku, karna terkadang, itu semua bisa karena ada-Nya kehendak dari sang Maha Kuasa

 

Kembali pada ilmu padi,

Jika kita diingatkan seorang teman bahwa semakin tinggi pohon, maka angin kencang pun semakin terasa,

Itulah yang membuat mengapa jika kita berada diata, di titik puncak sebuah pohon,

akan banyak juga cobaan, tantangan, dan rintangan yang akan menghampiri.

Oleh karena itu kitapun harus siap untuk menghadapi segala sesuatunya dengan ilmu sabar dan tetap berusaha,

kemudian jika kita ingat kembali maka jangan lupa untuk selalu melihat apa yang ada dibawah sehingga kita tidak akan luput dari apa yang namanya kesombongan dengan keputus-asaan,

Mempelajari bagaimana cara kita berusaha, dan mengingat bahwa segala sesuatu yang dilakukan tidak-lah untuk kesia-sia-an..

 

Bukan kah banyak ilmu yang bisa dipelajari dari setiap peristiwa,

Hingga kita bisa berfikir menjadi lebih dewasa?

Bukan hanya dari segi pemikiran saja, melainkan melalui sebuah sikap untuk menghadapi setiap peristiwa yang terjadi..

 

Bukankah semua yang terjadi akhirnya berputar kembali?

Jadi, lakukanlah yang terbaik, untuk mendapatkan hasil yang terbaik,

Karna semua itu tetap saja hanya kembali kepada diri sendiri,

Dan efek yang terjadi pada orang lain hanyalah efek samping dari apa yang kita lakukan..

 

So…

Mau jadi apakah kita?

Penyebab, atau hanya menjadi bagian dari Akibat???

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s