Kenapa harus menyerah pada keadaan?

Satu sisi tidak ada yang memaksa.

Dorongan yang entah dari mana datangnya.

Dalam nyenyak dalam buai gelombang kenyamanan.

Iramanya terlalu samar untuk didengarkan..

 

Bisikkan itu datang ketika gambaran kasat mata menerpa,

Menggoda untuk mengikuti suatu arah yang tak tentu,

Mencoba menyebrangi jembatan, yang entah apakah ada akhirnya.

Permulaan dengan satu langkah pertama.

 

Sebrangi tanpa perlawanan,

Coba pada satu sisi menghanyutkan,

Kenyamanan pada zona nyaman masa lalu,

Mengubah apa yang telah digambarkan.

 

Stop,

Satu sisi pertama belum bisa dihentikan,

Kesadaran keutuhan yang dipertaruhkan,

1, 2, 3 perjalanan mulai dipertanyakan.

Arahnya mulai tak menentu.

 

Pertanyaan kembali terlontarkan,

Kenapa harus menyerah pada keadaan,

Satu pilihan sulit, menghentikan suatu yang pasti untuk sesuatu yang belum pasti.

Mengorbankan satu gulung benang untuk diputuskan demi satu ikat tali yg tak terikat keras.

Mati perlahan tentu,

berusaha hidup cukup keras,

Menarik, menyambung benang putus tak semulus dengan untaian benang utama,

Sesuatu yang telah rusak tetap menjadi ganjalan.

 

Satu potensi untuk mengubah sesuatu yang baru.

Memulai mencari gulungan benang baru,

Yang tentu tak mudah untuk mendapatkan satu tarikan lurus yang lebih baik,

Bagaimana keadaan dan situasi yang lebih baik,

Apakah tarikan kondusif tanpa gangguan,

kita tak pernah tau.

 

Menjalani dengan konsistensi tinggi tak mudah,

Ibarat berjalan pada satu garis lurus tanpa bosan,

Hanya memandang kedepan tanpa terfikir untuk keluar dari suatu garis lurus,

Hasil yang didapat didepan belum tentu sebaik dengan kita mencari jalan lain,

Semuanya masih misteri.

 

Hidup itu pilihan,

Dimana kan mencapai pada yang dituju tanpa menghentikan gerak langkah.

Satu kunci utama, apa itu memutar, atau berlari kencang,

Yang pasti tidak hanya tinggal diam,

Meninggalkan waktu terbuang yang tak mungkin untuk diputar kembali..

 

Satu gulung kaset, tanpa rusak,

halus tanpa goresan,

Biarkan ia tetap begitu,

Tak usah berkonfrontasi dengan suatu arah yang sudah jelas ditentukan,

Maju atau mundur, ikuti sang awal,

Bukan mengubah ditengah jalan,

Yang pasti hanya menunda kecepatan untuk mencapai akhir dari permulaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s