Semudah itu kah memaafkan sang pendusta?

Kenyataanya gak 100% kita benar, gak 100% ia benar,

Mungkin ada kesalahan khilaf, salah mengucapkan atau salah dimengerti.

Meski tetap terasa menyakiti.

Kesakitan apakah yang lebih menyakitkan selain dibohongi.

 

Janji itu kita nanti,

Tapi dengan semudah ucap untuk mengerjai,

Percuma berkata sebelum dengan mengulangi tapi tetap saja di hindari.

 

Benci, tetap benci.

Tapi apakah membenci itu akan menyelesaikan masalah?

Sedang keadaanya tetap saja harus dilalui..

 

Sakit itu sakit..

Apa kesakitan itu hanya merasakan disatu sisi,

Sedang pendusta pun akan tersiksa.

 

Batin tak bisa dibohongi,

Kejujuran tetaplah abadi,

Doa itu pasti,

Tapi tetap tak terganti tanpa diperbaharui.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s