Dibawah batas pengendalian diri.

Bencinya aku terhadap perintah2 tak beralasan,
Bencinya aku terhadap perintah2 yang bisa dilakukan sendiri tetapi meminta bantuan orang lain,
Bencinya aku terhadap perintah2 yang mementingkan diri sendiri,
Bencinya aku terhadap perintah2 yang meremehkan orang lain,
Bencinya aku terhadap perintah2 tak berprikemanusiaan,
Bencinya aku terhadap perintah2 busuk suatu pemerintahan,
Bencinya aku terhadap sesuatu yang dipaksakan untuk aku jalankan, untuk aku terima, untuk aku lakukan.
Bencinya aku terhadap perintah2 busuk suatu kepentingan diri,
Bencinya aku terhadap perintah2 yang meluluhlantahkan sesuatu, merusak sesuatu, tak menyeimbangkan diri dengan faktor lingkungan, faktor psikologis, faktor logika, faktor perorangan, faktor kedamaian dan faktor lainnya.

Dibawah batas kepemimpinan diri,
Dibawah batas pengendalian diri,
Dibawah batas pengelolaan orang lain,
Dan ku benci semua keterbatasan itu..!!
Lihatlah suatu saat nanti sampai aku bisa mengendalikan semuanya semau dan semampu aku bisa.!
Mengehentikan para pemain2 ulung yang kotor,
Menghentikan orang2 sotoy.
Menghentikan kelebayan orang yang so ingin berkedudukan.

Tunggulah waktu yang tepat, sampai aku juga bisa permainkan semuanya dengan lebih baik, terlepas dari semua kepentingan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s