Kambing atau Singa?

Balas dendam bukanlah suatu cara yang baik,
Ia hanya ada dalam buai orang tak berpikir..
Mereka buta karna sesuatu, tapi enggan mengakui.

Keadaannya menjadi lebih buruk, dimana mereka hanya senang memenuhi kepuasannya,
Tak berhenti bicara,
Mereka tetap senang dengan terpedaya.

Tertipu dengan pikiran mereka sendiri,
Biarlah aku tak bisa menghentikan,
Tersesatkan dengan semua kesangan,
Kesenangan itu tak apa, jika cukup kadarnya.
Sayang dirasa sayang,
Berlebihan melepas semua,
Tak mengira tiada guna.

Dosa tanggung sendiri.
Siapa yang mau peduli akan dosa?
Mereka sendiri lupa.
Tak adalah yang ingat,
Kebencian itu mengakar setan menaruh sampai kedalam.

Mereka berkeliaran,
Berkeliaran mencambuk diri,
Lebih mengenaskan dari yang dibayangkan.

Aku tak bisa bicara lembut,
Itu bukan aku,
Aku coba mereka kira lemahnya aku,
Aku keras mereka lebih takut dan tak menyangka.

Diberi kambing menerkam,
Diberi singa menjauh.
Munafikkah semua itu?
Atau bahkan perubahan itu yang membuat semua tampak lebih mengerikan?

Tak adalah perubahan yang mengerikan,
Aku tak peduli dengan semua,
Terlalu lelah dengan semua itu,
Urusan lain yang lebih diutamakan,
Mengorbankan tujuan utama untuk pembalasan atau bahkan jelas tersesatkan.

Tiadalah kata lain untuk semua yang terjadi, itu semua hanya urusan penyakit hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s