Bayangkanlah itu sebagai akibat.

Tanpa sadar terus digerogoti.

Makna diri yang terlalu tipis untuk dikikis.

Sedikit saja untuk mengetahui,

Bahwa terlalu luas untuk terus diabaikan.

 

Berhentilah dengan sesuatu yang tak berguna,

Itu semua hanya sekedar godaan.

Untuk menghentikan mendapatkan akibat sesuai dengan yang diinginkan.

 

Gerangnya, Langkahnya terus diketahui,

Anggaplah itu sebagai suatu cara untuk mendapatkan.

Bukan untuk mengikis sesuatu yang terlalu sulit untuk didapatkan.

 

Kebangkitan diri yang sempurna mudahlah dihancurkan.

Sedang untuk mendapatkan perlulah usaha keras untuk meninggalkan.

 

Meninggalkan seluruh kesenangan abadi yang tak pernah usai meminta untuk dipenuhi bukan sebagai pemenuhan nafsu belaka.

 

Urusan perut, urusan otak, urusan hati,

Siapalah peduli?

Orang hanya ingin mendapatkan yang mereka inginkan berdasarkan apa yang mereka fikir.

Menghalalkan segala cara demi sebuah pandangan.

Pandangan yang tak layak untuk didapatkan.

Itu semua hanya kamuflase belaka,

Permainan kotor dari sang gelap nyawa.

Tak hentilah ulahnya,

Menggerus mata, hati, telinga, juga pikiran untuk tersesatkan.

 

by Dieni Mulyasari (Notes) on Wednesday, December 5, 2012 at 10:51am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s