Surat untuk Tuhan.

Tuhan engkau tau, dimana batasan seorang manusia,

Mengapa manusia selalu tak pernah puas dengan apa yang Engkau beri?

Mengapa Manusia selalu bangga dengan apa yang Engkau beri?

Bukankah apa yang Engkau beri akan Kembali pada Sang Pemberi?

 

Tuhan aku tau, Betapa Kuat dan Sempurnanya Engkau,

Begitu Maha Luasnya Pandangan Engkau,

Tak sedikitpun, luput dari pandangan-Mu,

Tapi mengapa tak secuil asa pun Engkau Hadirkan pada orang2 yang belum mampu menerima sbuah  “Hidayah”

dalam pandangan gerangan yang menyilaukan, Kehidupan dunia yang terbutakan.

 

Bukan batasan pada hitam dan putih,

Hanya saja ada pada batasan kesenangan yang menggelapkan.

 

Tiada lah yang ingat dengan kesenangan dunia yang sementara,

Apakah yang akan dikembalikan malah sebaliknya,

Kehidupan liar diakhirat balasan setimpal dengan kehidupan liar didunia.

Kesenangan dunia yang menyilaukan, terbalaskan dengan api Neraka yang membara.

 

Ia tahu tapi tidak mau tahu,

Dia Mau tahu tapi malas mencari tahu,

Lantas sampai dimana usaha sebuah pencarian,

Tanpa didatangkannya suatu kesungguhan.

 

by Dieni Mulyasari (Notes) on Wednesday, December 5, 2012 at 9:33pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s