Tempaan-nya baik, Jika cukup dan Tepat. (Masalah Ibarat Patung Ukir)

Ibarat mengukir sebuah patung,

Atau jangankan patung,

Anggap saja sedang memahat sabun yang diukir seperti tugas kesenan jaman Sekolah Dasar.

 

Jika pahatannya cukup dan baik tepat pas dengan yang diilusikankan,

Hasilnya akan elok juga mempunyai nilai seni,

Jika suatu permasalahan,

Salah dalam mengatasinya,

Rusak juga kesemuanya.

 

Ibarat seorang pengukir,

Masalah juga membutuhkan suatu seni untuk memahatnya,

Menjadikan semuanya sebagai suatu pengganggu atau menjadikannya sebagai nilai seni yang tanpa disengaja.

 

Tolak ukurnya ada disi pemahat.

Apa ia mau frustasi dengan kegagalannya,

Atau menjadikan kegagalan tersebut sesuatu yang indah dan sedap untuk dijadikan ukiran baru??

 

Lukisan itu indah,

Dengan citra abstrak yang tersimpan didalamnya.

 

Jika sang pengukir atau sang pelukis,

Tak suka melihat ciptaanya,

Apalagi orang lain yang menilainya.

 

Semua ada dalam diri,

Semuanya ada dalam goresan tinta atau ukiran yang kita torehkan.

Dari sisi mana kita melihat,

Aspek keindahan atau kekecewaan.

 

by Dieni Mulyasari (Notes) on Thursday, December 13, 2012 at 1:45pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s