Masa “Pergaulan” yang memodernkan kelemahan

Bangunkan dari suatu pagi yang “Buta”.

Bukan pada “Kebenaran” yang disandarkan pada “Pembenaran”.

Hujatan tajam yang lebih tersilaukan

Dengan suatu iming “Pembelaan”

 

Hahh, pacis yang lebih pada rasis,

Kebanggan suatu diri yang menghebohkan,

Kepalsuan pada gerang yang menyerang.

Menghentikan suatu kesilauan pada kemewahan

 

Esok, Kini atau dulu sama saja bila tanpa pernah ada perbedaan.

Perbendaharaan kata yang terhenti atau mentok pada suatu titik balik lemah dalam suatu penerimaan,

Menutup diri dengan kekalutan,

Balutan kepalsuan merasuki kulit menjadi daging dengan dongeng “Kegalauan”.

Hantu masa kini yang menyatakan bahwa itu adalah adalah suatu keistimewaan.

 

Masa  “Pergaulan” yang memodernkan kelemahan.

Menyatakan itu adalah suatu kekuatan,

Gambaran diri secara gamblang untuk disamarkan

 

by Dieni Mulyasari (Notes) on Sunday, August 12, 2012 at 1:06am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s