Siratan Takdir

Jejak langkah tak berhenti,

Terus saja kau bercanda,

Seolah semua ini hanya permainan sementara.

 

Terbaring kau dalam sebuah peristirahatan,

Entah kapan kau memulai,

Untuk sebuah permainan yang terus saja berganti..

 

Ouh ideku habis mengering,

Bak keping2 darah yang menghitam,

Jejak langkahmu tak pernah bisa diikuti,

Menjadi sebuah pembeda,

Ciri seorang maha karya.

 

Aliran itu sederas niagara,

Melompat kau kesamudra,

Dan tak setetespun bersisa,

Kau berjalan ke muara,

Hingga kau temui sebuah menara.

 

Menjulang tinggi untuk sesuatu yang baru,

Kau terpesona,

Dan ini hanya satu,

masih ada beribu sesuatu yang baru..

 

Kau berlari entah kemana,

Dan tak tentu arah kau melangkah,

kau simpan semua yang kau tuju,

kau taruh sebuah suratan takdir,

kau mainkan perjalanan itu,

Berhenti menikmati desiran angin yang berlalu,

Dan kau tak juga menyadari,

Bahwa itu hanya sebuah cobaan yang melaju..

 

by Dieni Mulyasari (Notes) on Tuesday, June 19, 2012 at 9:32pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s