Tapi kenapa kau padamkan?

Aku berhenti disuatu perhentian,

tak seorangpun yang memperhatikan,

Aku melaju dengan kerasnya,

Semua orang bertanya untuk kapan memulai.

 

Aneh, tapi itu nyatanya,

Bukan menyalahkan,

Bukan pula menghakimi.

 

Tak satupun dari semuanya perduli,

Itu bayangku,

Semua perduli atas dasar sebuah kepentingan,

Dimana suatu kepentingan itu ada juga kebaikan.

 

Dimana niat baik tulus kadang juga membutakan,

Memutuskan sepihak, untuk sesuatu tindakan dengan abnormal.

Membuka sebuah jalan dan menutup jalan baru.

Untuk sesuatu yang tak akan pernah tertuju.

 

Lihai main bukan semua lambaiannya,

Sedikit terlengah dan aku terjatuh,

Tuntunanya dekat dengan mata,

Tapi penolakannya jauh mengawang.

 

Ada suatu insting yang memperingatkan,

Tak tergubrislah sesuatu itu,

Dan aku kehilangan  sesuatu yang menyilaukan,

Bak mutiara yang berkilau dalam cahaya yang remang.

Sinar itu semakin terang….

 

Tapi kenapa kau padamkan?

 

by Dieni Mulyasari (Notes) on Tuesday, June 19, 2012 at 8:01pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s