Menempatkan posisi

saat di belakang:

kau tidak hanya mengorbankan diri secara buta, menyerahkan takdir tanpa pikir. tapi kau mesti punya sikap. kau juga bukan lari dan tidak kontributif, tapi menjelaskan pilihan sikapmu itu demi kepentingan bersama. oleh karena itu, kau mesti “menunjukkan pilihan dan sikap” itu demi menerangkan kepada yang di depan apa yang sebenarnya terjadi. sebab, pertimbangan itu akan mampu menambah pertimbangan dan informasi bagi yang di depan untuk menyempurnakan keputusan.

itu harga ketika di belakang.

 

saat di depan:

konsekuensi apabila berdiri di depan, hanya mampu melihat secara kasat mata—tidak mendalam—meskipun dapat meneropong dalam sudut perspektif yang lebih luas. menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. ketika kita di depan, maka pandangan kita kepada orang-orang yang sedang mengikuti langkah kita di belakang. mereka terjatuh, terinjak, atau tertinggal, menjadi kondisi-kondisi yang sulit untuk diketahui kalau kita hanya egois berjalan di depan sendiri. lihatlah ke belakang, apa kabar pengikutmu?

itu pula harga saat di depan.                 

 

Sumber : http://zeck-ashshiddiquw.tumblr.com/page/3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s