May is My day

Entah apa yang ditunggu di bulan ini,

Serasa banyak harapan untuk diri pribadi.

Apa yang dituju, kita tak pernah tau pastinya.

Berharap semua perubahan akan lebih baik.

 

Bagaimana menetralisir rasa sakit.

Apa yang terpendam, memang harus segera dilunturkan.

Ketika terlalu banyak kecewa yang tersimpan,

Entah karna kepercayaan, alasan atau bahkan karna dugaan yang terlampau banyak salah.

 

Seorang teman berkata, “Berhati-hatilah dengan pikiran.

Dan aku membungkam semua.

Sulit rasanya menahan semua sendiri,

Namun aku tak mau terlihat rapuh dan terjatuh dihadapan orang lain.

 

Kecewa yang menyesakkan teramat entah apa, sesuatu yang datang bertubi2..

Tak ada yang tau,

Semua prasangka, duga, rasa bersalah, amarah, semua menjadi satu.

Ketika satu titik jenuh menjadi sesuatu yang tertanam dalam hati.

 

Imbas, efeknya?

Aku tak mau bercengkrama dengan orang lain.

Terlalu angkuh atas segala perbuatan,

kecewa terhadap segala sesuatu,

Tak ada yang bisa dipercaya.

 

Bisikkan2 yang terus menghantui.

Semakin takut dan keras untuk menghadapi.

Bagaimana keadaan membuncah dengan segala kebencian..

Hati yang keruh sungguh sulit diobati..

 

Ada pada saat satu titik kembali,

Semua harus diperbaiki,

Entah dimana semua bermula,

Apakah benar hanya ada dalam bentuk khayalan yang menjadi kenyataan..

 

Semua kontrol diri sengaja dilepaskan,

Entah apa yang terjadi lepaskan semua kedudukan,

Aku benci dengan “keberadaannya”

Selalu menohok dalam setiap kalut yang membara.

 

Jiwa ini kah yang salah?

Pikiran inikah yang salah?

Yang tak pernah mampu untuk menerima.

Tak ada yang menghibur,

Smua tenggelam dalam kecemasan sendiri..

 

Sesak tiada tertahan,

Dan bagaimana melihat semua ini berada diluar bayangan.

Bayangan yang amat dibuat kacau dengan semua peristiwa.

Tahun ini, ya Tahun ini, suatu keruntuhan yang bertubi2.

 

Ketika semua tak bisa ditahan, apa itu suatu ujian?

Entah ujian atau hadia Tuhan?

Aku tak mampu merunutkan bagaimana semua bermula dan akan berakhir.

Mengikhlaskan dan Memaafkan..

 

Tuhan apakah yang salah dengan suatu cobaan,

Ketika aku masih tak mampu memandang,

Dan aku menghindar,

Entah bagaimana sesuatu harus dihadapi..

 

Awalnya aku hanya ingin mencoba, dan bagaimana merusak suatu kestabilan peristiwa.

Ternyata benar memecah belah,

Hancur berantakan,

Seperti Gempa dan Tsunami yang menghancurkan bumi.

 

Ku hentikan semua daya khayal,

Entah apa yang akan dituangkan.

Ketika semua hanya ingin aku hentikan..

Dan benar adanya aku hentikan, tapi waktu terus berputar…

 

Apa aku harus mnenyesali segala yang terjadi?

Terlalu lelah untuk menilai semua,

Sesuatu yang lepas dari kontrol diri tak ternilai bagaimana semuanya memasuki akal.

Butuh waktu lama untuk mencerna,

Sebelum semua mampu untuk diterima.

 

Ok saatnya meyakinkan diri.

yang lalu biarlah berlalu.

masing2 memiliki tempatnya sendiri.

Apakah bergesernya sesuatu ini sudah menjadi takdir yang dikehendaki?

 

Atau memang hanya sebuah efek dari apa yang kita yakini.

Terjadilah semua pada batas yang tak bisa dipungkiri?

Semua tetap akan berlalu dengan sendirinya.

Meyakinkan diri untuk mampu dan terus berjalan,

Walaupun kembali semua harus diulang dengan belajar merangkak untuk dapat berlari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s