Tanggung Jawab sebuah Amanah

Orang berlomba mencari kedudukan,

Ya berkompetisi untuk berada diketinggian,

Atau posisi untuk memimpin..
Ya Kadang atau sering tak pernah untuk memaksa atau mencalonkan sebagai seseorang yang memiliki jabatan atau menginginkan suatu tempat untuk mengatur ‘posisi’

Entahlah, sungguh berat sebenarnya jika serius menghayati suatu peranan.

Masalah kepercayaan, Tanggung Jawab, Perubahan, atau bahkan sesuatu yang kecil dalam pengaturan.

Siapa yang mau bertanggung jawab atas suatu amanah yang harus diemban?

Jika pertanggung jawabannya akan dipertanyakan kelak.

 

Tariklah itu sesuatu yang menakutkan.

Ya memang jika dirasa berat kadang berat,

Jika dirasa ringan memang ringan,

Tergantung persepsi mana yang akan diambil.

 

Tanggung jawab itu bukan hanya pada kepentingan pribadi,

Bagaimana sesuatu harus maju dan berkembang.

Kadang sesuatu yang sulit tetap akan terlihat,

Dimana tantangan yang sebenarnya belum terlihat pasti jika suatu Visi sudah jelas didapati.

 

Lihat proses yang terjadi,

Gak semua jalan mulus untuk sampai ditujuan.

Keputusan mana yang diambil?

Berakibat fatal atau menjadi Kemenangan dalam memperjuangkan.

 

Itu belum seberapa dari apa yang dituju,

Bagaimana menjaga kepercayaan orang lain,

Kepercayaan pada diri sendiri itu mudah,

Tapi  menjaga kepercayaan orang lain? Tentu jelas butuh Pengorbanan diri.

Entah waktu, Akal, Pikiran atau Tenaga sekalipun.

 

Banyak orang atau sebagian yang kadang tak sependapat dengan kita,

Atau memang kita yang terlalu idealis, dan orang belum mampu mencapai seperti apa yang kita mau,

Iri, Dengki, entah hanya persepsi atau memang kenyataan,

Suatu ketakutan yang pasti harus dihadapi.

Entah itu dibiarkan atau mesti kita buktikan.

 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, belitan hutang dan penindasan orang (HR. Bukhari no.6369)

 

Anggap saja amanah itu sebagai hutang.. sebagai sesuatu yang mesti dibayarkan.

Bagaimana sesuatu harus dititi untuk melunasi hutang tanggung jawab tersebut.

Kecemasan, Kegelisahan, Ketakutan apakah pertanggung jawaban kita diterima atau tidak.

Bukan dihadapan manusia lain, itu hanya perantara, tapi lebih berat terhadap diri sendiri juga pada Allah yang telah memberikan kita kemampuan.

 

Jagakan aku pada segala sesuatu yang berbentuk hutang – piutang, pinjam – meminjam, bebaskan diri untuk terus bisa mandiri tanpa menggantungkan diri pada orang lain.

Cukuplah Allah sebagai Penolongku. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s