Terlalu Naif untuk Bicara.

Standar Kebaikan dan Keburukan.

Siapa yang mengikuti?

Aturan mana yang akan diikuti?

Perkiraan nafsu atau sesuatu dengan penuh logika?

 

Keterukuran sesuatu yang bisa diperhitungkan.

Melangkan dengan kepastian.

Keajaiban jenaka atau Kecelakaan sempurna?

Siapa yang dapat memilih?

 

Sesuatu yang menunjukkan.

Menuntunkan kebaikan?

Atas dasar pembawaan diri atau dengan niat abadi?

Adakah niat abadi tanpa berubah dengan situasi?

Atau kebajikan diri dengan mendewakan Kedewasaan diri?

 

Penghadapan diri pada sidang nanti atau Penghadapan diri terhadap sidang dihadapan makhluk yang bernyawa atau tak bernyawa?

Kesadaran diri atau ketiadaan kesadaran atas suatu wujud yang kekal abadi?

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s