Bagaimana mendengarkan panggilan jiwa?

Siapa yang akan tersentuh?

Siapa yang akan mengeluh?

Siapa yang akan marah?

Siapa yang akan pasrah?

 

Panggilan jiwa?

Dimanakah ia ada?

Apakah panggilan hati karna gemuruh?

Atau karna suatu panggilan yang telah ada pada penuturnya?

 

Panggilan jiwa?

Bagaimana diri lebih peka terhadap sesuatu,

Dalam Sensor diri yang lebih sensitif atau bahkan sesuatu itu diberi untuk dinikmati?

Bukan melucuti diri pada kehidupan yang sementara,

 

Menerima apa yang diberi dan merasa cukup untuk puas diri?

Terlalu dangkal untuk merasa bangga,

Karna selalu ada hal yang kurang pada setiap yang terjadi?

Selalu membuat evaluasi dan memperbaiki.

 

Bagaimana kadar kesadaran seseorang akan naik dan turun?

Mempengaruhi diri pada imajinasi yang berkembang,

Dengan segala aplikasi yang dibuat?

Bukan hanya imajinasi sebagai ilusi.

 

Tapi perkembangan realisasi untuk sesuatu yang baru?

Baru tak selalu benar baru.

Baru pada hal sesuatu yang kasat mata, atau sesuatu yang jelas tampak?

Entahlah semua akan ada pada panggilan diri,

Mengikuti suatu pertunjukan permainan dan bermain untuk mengambil peran,

Atau hanya sebagai penonton yang hanya terdiam tanpa pergerakkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s