Bagaimana jika Pikiran Kita dilumpuhkan?

Siapa yang tak mampu bersyukur akan anugrah yang Tuhan berikan untuk kita berfikir?

Bagaimana jika aliran listrik terhadap otak kita dihentikan?

Mampukah kita tetap bertahan?

 

Cukupkah hanya dengan merasakan?

Bila masih diberi kesempurnaan,

Apakah yang mesti disesalkan?

 

Suatu kejadian yang luput dari tangan,

Apakah itu suatu kehendak untuk kita melepaskan,

Atau karna sesuatu akan terjadi lebih baik apabila tidak ada dihadapan.

 

Karunia Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?

Ketika setiap detil kehidupan, dilalui dengan ratapan,

Merasa tiada berharganya diri, atau tidak mampunya diri menuju kesempurnaan?

 

Siapa yang mampu merelakan?

Berikan Keikhlasan,

Hidup seutuhnya hidup.

Tanpa menangisi sesuatu yang tak berkesudahan.

 

Kapan akhir suatu kehidupan,

Tak usah tanyakan jika masih ada waktu yang diberikan,

Kenapa harus mengeluh pada ujian,

Bila sesuatu yang indah menanti untuk didapatkan?

 

Tak usah menunggu suatu kepastian,

Setiap detik yang berlalu untuk apa kita gunakan?

Mengerikan bila sesuatu hanya sebuah candaan.

Kapankah penciptaan ini hanya sebuah permainan?

Bukankah semua memiliki maksud dan tujuan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s